Wednesday, July 10, 2013

Menjadi Seperti Spiderman

"With great power, comes great responsibility" Uncle Ben - Spiderman


Dari semua superheroes, saya paling menyukai Spiderman. Karena menurut saya, dibandingkan dengan Superman atau tokoh superheroes lainnya, saya merasa Spiderman lebih manusiawi, digambarkan Spiderman seringkali nyaris kalah, baju laba-labanya seringkali sobek-sobek disana-sini setelah bertempur dengan musuh, terluka disana-sini sehingga Marry Jane seringkali khawatir.

Apabila Anda ditanya kekuatan super apa yang ingin Anda miliki, mungkin Anda akan berkataAnad ingin memiliki kekuatan bisa terbang seperti Superman, kekuatan super seperti Hulk, bisa menjadi super cepat seperti Flash, menghilang dan lainnya. Tapi kalau saya? jawaban saya adalah memiliki kekuatan super seperti Spiderman (meskipun rasanya males juga sih harus digigit dulu oleh laba-laba)

Sama seperti Superman, Spiderman pun menutupi identitas diri aslinya dengan menjadi Peter Parker, seorang manusia biasa yang bekerja sebagai fotografer yang berpenampilan kutu-buku dan seringkali diomeli oleh atasannya. Tidak ada yang menyadari bahwa di balik penampilannya, ia adalah seorang superhero.

Setiap pria ingin menjadi pahlawan untuk seseorang. Mungkin ini alasan kenapa pria-pria menggemari tokoh-tokoh superhero karena di dalam hati mereka, ada sebuah keinginan untuk menjadi superhero untuk menyelamatkan dunia meskipun mereka tidak terlihat seperti seorang pahlawan (setidaknya menjadi pahlawan untuk orang-orang yang mereka cintai)

Saya jadi ingat ketika saya masih duduk di kelas 4 SD dengan rambut super culun seperti batok kelapa, menenteng-nenteng botol minum saya yang berbentuk robot-robotan berwarna perak untuk menikmati roti buatan mama saya di bawah pohon besar, tiba-tiba di seberang sana, di sebuah tempat main ayunan dan panjat-panjatan, seorang gadis (anak perempuan tepatnya) tiba-tiba terjatuh saat tergelincir memanjat tangga panjatan, dia terjatuh dan lututnya terluka dan menangis. Saya seketika langsung meninggalkan roti mama saya dan menghampirinya dan detik kemudian… mengeluarkan tensoplast dari saku baju saya, menempelkannya di lututnya. Pada saat itu, si Mary Jane versi cilik itu tersipu malu dan berterima kasih dan tidak lama kemudian dia kabur dan bergabung dengan teman-temannya kecilnya. Perasaan saya adalah bangga, merasa keren dan merasa saya menjadi Spiderman versi cilik .. Oke..oke..CUT! CUT! #jadimalunulisnya

Jadi ini adalah petunjuk untuk para wanita yang membaca blog ini yang sedang membangun hubungan mereka dengan pria -siapapun pria itu, suami, pacar, ayah, anak, karyawan, atau kakak. Ingat bahwa setiap pria memiliki tendensi untuk menjadi seorang pahlawan.

Kita menyukai tokoh superhero karena mereka "super". Super kuat, super hebat, bisa melakukan lebih dari orang biasa. Dan saya percaya, di jaman ini, kita membutuhkan orang-orang yang "super". Kita membutuhkan pahlawan dalam keluarga kita, pernikahan kita, gereja kita, bisnis kita, bahkan negara kita. Bahkan sekarang kita mulai merayakan Hari Ayah, saya rasa itu bagus untuk pengingat bahwa pria juga memiliki kekuatan super dan hari tersebut dapat digunakan oleh para pria untuk mengingatkan bahwa mereka harus menjadi lebih baik lagi. Dan menurut saya, para pria juga harus ingat dan sadar bahwa kalau kita terus menerus hidup seperti Peter Parker yang biasa-biasa saja, kita akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjadi Spiderman.

Jadi, apa yang harus dilakukan para pria untuk menjadi pahlawan super? Sama seperti Spiderman, ini adalah kekuatan-kekuatan super yang dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari :

1. Spider-Example
Untuk para pria, saya ingatkan bahwa suatu hari nanti, akan ada seseorang yang mengikuti langkah Anda. Bagaimana Anda memperlakukan orang lain akan membentuk perilaku orang lain memperlakukan sesama. Anak Anda akan memperlakukan perempuan dengan cara yang sama Anda memperlakukan wanita. Anak Anda akan menghormati Ibunya sebagaimana Anda menghormati istri Anda.

Mungkin mereka tidak menyadari bahwa mereka mengamati Anda. Jadi bagaimana menjadi seorang pahlawan super-contoh yang hebat. Sama seperti Spiderman, dia menggunakan kekuatannya bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk melayani sesama. Dia melawan musuh untuk melayani kotanya, melayani negaranya. Menjadi pelayan sesama adalah kunci utamanya. Anda dapat melayani anak-anak Anda, istri atau suami Anda, orang tua Anda, teman, bahkan pelanggan Anda. Apabila Anda tidak pernah melayani, Anda tidak akan pernah menunjukkan contoh dari sukses dan pemenuhan diri.

2. Spider-Sense
Pria yang kuat adalah pria yang merasa aman dengan dirinya. Dia aman untuk diajak bersama-sama. Dia amat untuk diajak berbicara dan dapat dipercaya. Bukan berarti pria tersebut tidak boleh mengambil resiko atau tidak boleh berpetualang di alam. Tetapi seorang pahlawan adalah seseorang yang tidak ditakuti oleh keluarganya. Seorang pahlawan adalah seseorang yang dapat kita percaya. Rasa percaya membawa rasa aman dan nyaman.

3. Spider-Safety
Di jaman kita sekarang, kita seringkali berpikir kekuatan harus ditunjukkan dengan cara mengambil atau menghancurkan kekuatan pihak lain. Ini bukan cara pria yang hebat, melainkan pria yang lemah. Pria yang lemah biasanya mencari cara untuk menunjukkan kehebatan dirinya dengan merasa orang lain merasa dirinya kecil atau kalah saat pria tersebut datang. Pria yang super seharusnya tidak melakukan itu, dia seharusnya membagi-bagikan kekuatan itu.

4. Spider-Faith
Iman artinya, secara dewasa mempercayai Tuhan dalam hidup Anda. Iman yang dewasa menginspirasi orang lain. Iman yang dewasa menyentuh hidup orang lain. Mudah bagi kita untuk menunjukkan iman kita saat keadaan baik-baik saja. Dan ketika keadaan berjalan buruk, kita seharusnya berbalik ke Tuhan dan mencari kekuatan dari Dia. Kita berdoa untuk sesama dan mencari Tuhan untuk meminta petunjuk. Di saat Spiderman merasa kalah dalam menghadapi musuh pun, orang-orang masih memiliki iman dia masih bisa menang menghadapi musuh. Apalagi kalau kita dipercaya oleh Bapa untuk dapat melanjutkan hidup kita. Kekuatan yang diberikan oleh Bapa kita di Surga dapat menjadi landasan bagi kita.

Seperti kutipan di filmnya, ingat bahwa di dalam kekuatan yang hebat, datang tanggung jawab yang besar juga. Dan iman akan membantu kita melakukan tanggung jawab kita. Baik ke Tuhan, keluarga, anak-anak, teman, pekerjaan dan orang tua. Saya rasa tidak ada perasaan yang lebih membanggakan untuk kita, para pria rasakan, ketika seseorang mengatakan kepada kita hal-hal seperti ini:
Terima kasih sudah menjadi suami yang hebat.
Terima kasih sudah menjadi ayah yang hebat.
Terima kasih sudah menjadi anak yang hebat.

No comments:

Post a Comment